Assalamualaikum wr,wb
Baiklah disini saya akan
membahas tentang obat propanolol yang digunakan dengan salah satu penyakit yaitu
penyakit jantung.
Jantung adalah organ yang
sangat penting dalam tubuh kita, organ ini berfungsi untuk memompa keseluruh
tubuh. Jantung akan mudah terserang penyakit, jika kita tidak menjalankan pola
makan hidup seimbang. Beberapa penyakit yang berhubungan dengan jantung
diantaranya angina dan aritmina. Penyakit ini disebabkan oleh detak jantung
yang tidak teratur dan juga aktivitas jantung yang tidak teratur. Untuk
mengatasi penyakit jantung seberti tersebut diatas, pasien dianjurkan
propanolol.
Propranolol adalah obat yang digunakan untuk
mengatasi sejumlah masalah pada jantung. Obat ini dapat membantu mencegah ritme
jantung yang tidak normal pada penderita aritmia, melindungi jantung dari serangan
jantung. Propranolol masuk ke dalam kelompok obat penghambat beta. Obat ini
memiliki efek pada pembuluh darah dan jantung. Propranolol dapat menurunkan
aktivitas otot jantung sehingga detak dan tekanan jantung akan menjadi lebih
rendah.
Mekanisme
kerja propranolol
- Beta bloker adrenergik non selektif (antiaritmia kelas II), memblok secara kompetitif respon terhadap stimulasi alfa bloker dan beta bloker adrenergik yang akan menghasilkan penurunan denyut jantung, kontraktilitas jantung, tekanan darah dan kebutuhan oksigen pada jantung.
- Propranolol bersaing dengan neurotransmiter simpatomimetik seperti katekolamin untuk mengikat pada beta (1) reseptor adrenergik dalam hati, menghambat stimulasi simpatis.
- Menghambat respon terhadap rangsangan adrenergik dengan secara kompetitif memblokir reseptor β-adrenergik dalam miokardium dan dalam bronkus dan otot polos pembuluh darah; ada aktivitas simpatomimetik intrinsik
- Efek Menstabilkan Membran- pada jantung terjadi pada dosis tinggi
Dosis
:
Dewasa
: Aritmia à
oral 10 - 20 mg, 3 - 4 kali sehari, dosis dapat ditingkatkan bila diperlukan.
Anak-anak
: Aritmia à oral 0,5 mg/kg
BB perhari dibagi 3 - 4 kali pemberian.
Dosis per oral lebih efektif dibandingkan intra
vena.
waktu paruh 3 - 6 jam
FARMAKOKINETIK
PROPRANOLOL (PROPANOLOL) :
1.Absorpsi
Propranolol
Bioavailabilitas : Penyerapan
oral hampir complete. Ketersediaan
hayati dari tablet konvensional dan larutan oral dilaporkan setara dalam
dewasa. Bioavailabilitas oral dapat ditingkatkan pada anak-anak dengan syndrome
Down. Tablet oral yang
konvensional: efek puncak dalam 1-1,5 jam.
Konsentrasi Plasma :100-150
ng / mL dengan variasi antar pasien cukup; 100 ng / mL umumnya merupakan
β-blockade tingkat tinggi.
2.Distribusi Propanolol
didistribusikan
ke dalam jaringan tubuh, termasuk paru-paru, hati, ginjal, dan jantung. Dosis
oral segera terikat oleh liver (hati).
Melintasi
sawar darah obat
Ikatan Protein Plasma :
> 90% melebihi range konsentrasi darah
3.Metabolisme
Propranolol
Hampir
sepenuhnya dimetabolisme di liver (Hati).
4.Eliminasi
Propanolol
Diekskresikan
terutama dalam urin; minimal 8 metabolit telah diidentifikasi.
1-4% dari dosis oral atau IV obat muncul dalam tinja sebagai obat tidak berubah dan metabolit.
1-4% dari dosis oral atau IV obat muncul dalam tinja sebagai obat tidak berubah dan metabolit.
Kontraindikasi
Propranolol :
- Penderita asma bronkial dan penyakit paru obstruktif menahun yang lain.
- Penderita asidosis metabolik (diabetes militus ).
- Penderita dengan payah jantung termasuk payah jantung terkompensasi dan yang cadangan kapasitas jantung kecil.
- Kardiogenik syok.
- Bila ada "atrio-ventricular (A-V) blok " derajat 2 dan 3.
Efek
Samping Propranolol :
- Kardiovascular : bradikardia, gagal jantung kongestif, blokade A-V, hipotensi, tangan terasa dingin, trombositopenia, purpura, insufisiensi arterial.
- Susunan saraf pusat : rasa capai, lemah dan lesu ( paling sering), depresi mental/insomnia, sakit kepala, gangguan visual, halusinasi.
- Gastrointesnial : mual, muntah, mulas, epigastric distress, diare, konstipasi ischemic colitis, flatulen.
- Pernafasan : bronkospasme.
- Hematologik : diskarasia darah (trombositopenia, agranulositosis).
- Lain-lain: gangguan fungsi seskual, impotensi, alopesia, mata kering, alergi.
interaksi
Obat :
- Aluminium hidrosida gel mengurangi absorpsi Propranolol didalam usus.
- Etanol memperlambat absorpsi Propranol
- Fenitoin, fenobarbital dan rifampin mempercepat klirens Propranolol
- Bila diberikan bersama klorpromazin akan menaikkan kadar kedua obat tersebut didalam plasma.
- Klirens antipirin, lidokain dan teofilin akan berkurang bila diberikan bersama dengan Propranolol.
- Simetidin akan mengurangi metabolisme Propranolol di dalam hati, memperlambat eliminasi dan meningkatkan kadar di dalam plasma.
Peringatan
dan perhatian :
- Jangan diberikan pada wanita hamil dan menyusui kecuali bila sangat dibutuhkan.
- Bagi penderita yang minum Propranolol dan akan dibius (anestesi umum) harus diberitahukan kepada dokternya.
- Bila terjadi bradikardia dan hipotensi maka Propranolol harus dihentikan, bila perlu ditanggulangi dengan injeksi intravena 1 - 2 mg atropin dan bila perlu dilanjutkan dengan suatu stimulans beta-reseptor seperti misalnya injeksi intravena mula-mula 25ug isoprenalin atau injeksi intravena 0,5mg orciprenalin.
- Hati-hati bila diberikan pada penderita renal failure
- Hati-hati bila digunakan bersama obat antiaritmia lain.
- Keamanan dan keefektifan pada anak-anak belum diketahui dengan pasti.
- Hati-hati bila diberikan pada penderita gangguan fungsi hati, non-alergic bronchospasm (seperti : bronkitis kronis, emfisema), bedah mayor, diabetes, hipoglikemia, thyrotoxicosis, wolff parkinson white syndrome).
Referensi :
Katzung,
B.2012. Farmakologi Dasar dan Klinik
(pp.1-10).Jakarta: EGC.
Deglin,
judith H. 2005. Pedoman Obat Untuk
Perawat Edisi 4. EGC.Jakarta.
Priyanto.
2008. Farmakologi Dasar Untuk Mahasiswa
Keperawatan dan Farmasi. Lenskofi. Jakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar